Minggu, 15 Mei 2011

Petak Jongkok / Tap Jongkok

Petak Jongkok/Tap Jongkok
Jumlah pemain: 5 sampai 10 pemain
Apa saja yang dibutuhkan:

- Kapur tulis
- Lapangan luas
- Seorang kawan yang jago lari
- Kotak P3K

Kemampuan yang dibutuhkan:

- Otot kaki yang kuat
- Kecepatan lari mach 3
- Kemampuan lari zig-zag
- Kemampuan berhenti mendadak
- Daya tahan terhadap luka ringan
- Urat malu yang putus

Penjelasan:

Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Bahkan permaian ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat.

Permaian Petak Jongkok dimulai dengan sebuah gambreng. Bagi yang tidak tahu apa itu gambreng kami akan menjelaskannya sedikit. Gambreng adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Redaksi KotGa tidak bisa menemukan arti atau padanan kalimat tersebut, semua pencarian berujung pada tokoh Unyil yang kami yakin bukanlah orang (boneka) pertama yang mengucapkan kalimat tersebut. Biasanya pemenang ditentukan dengan perbedaan sisi tangan yang disodorkan ke tengah-tengah. Bila seorang pemain memilih untuk menyodorkan telapak tangan sedangkan pemain lainnya menyodorkan punggung tangan, maka otomatis pemain yang menyodorkan telapak tangan adalah pemenangnya. Kondisi ini juga berlaku sebaliknya. Prosesi gambreng dilakukan terus sampai hanya tersisa dua orang. Kedua orang tersebut akan melakukan suit untuk menentukan siapa yang kalah atau siapa yang berjaga pertama.


Kalau sudah ditentukan siapa yang berjaga, permainan bisa dimulai. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Bila si penjaga berhasil melakukan itu, posisi akan otomatis berubah. Orang yang ditepuk akan berjaga, sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok, hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama Petak Jongkok. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Satu-satunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang, maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Redaksi KotGa memulai permainan ini pada jam 12.00 WIB, dan pada pukul 12.30 WIB permainan harus dihentikan karena semua pemain menderita luka lecet yang dikhawatirkan akan menyebabkan makin terganggunya urat malu kami.

Hal yang dilarang dalam permainan:
- Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri
- Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh
- Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan

Reffrensi :
http://www.kotakgame.com

PANJAT PINANG

Panjat pinang? Siapa yang tidak tahu panjat pinang? Panjat pinang adalah permainan atau mungkin bisa di bilang perlombaan yang banyak di jumpai saat – saat hari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ( RI ). Panjat pinang yaitu tiang / kayu yang cukup panjang dan tinggi kira-kira 8-9 meter menjulang ke atas.

            Panjat pinang perlombaan yang cukup menarik dilihat , tetapi sulit di bayangkan jika kita melakukannya karena butuh usaha dan kerja keras yang cukup besar untuk mengikuti perlombaan panjat pinang tersebut.
Cara bermainnya cukup mudah, kita hanya memanjat sampai puncaknya yang di puncak tersebut sudah di taruh berbagai hadiah menarik seperti sepeda , makanan , uang , kipas angina , dll. Tetapi tidak semudah itu untuk mendapatkannya, di tiang nya itu sudah di lapisi oli / minyak supaya permainan lebih menarik dan tidak mudah untuk mendapatkan hadiah – hadiah yang sudah di persiapkan di akhir / ujung tiang.
Mungkin 5-7 orang untuk melakukan permainan itu, mengapa 5 -7 pemain? Itu karena kalau pemain hanya berjumlah 1-3 pemain, sangat sulit dilakukan karena kurangnya pemain untuk melakukan kerjasama untuk memanjat tiang tersebut apalagi setelah di olesi minyak / oli untuk mempersulit permainan.
Kadang kala jika pemain tidak bisa memanjat sampai akhir permainan, maka hadiah itu akan begitu saja di bagikan kepada pemain lainnya. Panjat pinang itu bukan hanya memperebutkan hadiah untuk diri sendiri, melainkan untuk kesenangan bersama dan hiburan semata untuk menghilangkan penat. Permainan ini biasa dilakukan di lapangan terbuka supaya banyak yang melihat. Acara atau permainannya.

Permainan Petak Umpet


Apakah permainan petak umpet itu?

Permainan Petak umpet adalah permainan yang cukup terkenal di berbagai daerah dan wilayah , permainan ini biasa di mainkan oleh kalangan anak-anak. Permainan yang cara bermainnya cukup sederhana atau simpel ini bisa di mainkan oleh banyak peserta. Karena permainan ini hanya bersembunyi dari si penjaga supaya tidak di ketahui sampai si penjaga menemukan pemain yang sedang bersembunyi.
            Permainan ini bisa di mainkan oleh banyak pemain, setiap bermain selalu ada yang menjaga. Pemain yang menjadi penjaga mempunyai tugas yaitu menutup kedua matanya dengan tangannya sambil menghitung angka kira – kira 1 sampai dengan 10 . Kemudian pemain lainnya hanya mencari tempat persembunyian dan bersembunyi sebelum hitungan selesai di hitung. Setiap pemain yang ketahuan oleh penjaga maka dia di anggap kalah sampai semua pemain di temukan. Kemudian setelah semua di temukan maka akan dipilih ulang dari pemain-pemain yang sudah kalah untuk menjadi penjaga berikut nya. Sampai seterusnya permainan seperti itu , hingga pemain mengakhiri permainan.

Nah , sangat mudah kan permainan petak umpet tersebut . Jika ada yang ingin memainkannya silahkan di coba sendiri di tempat atau daerah rumah anda dengan teman – teman kalian.

Kebudayaan Permainan Enggrang



Apa itu permainan Enggrang ? Enggrang berasal dari daerah tangerang, permainan ini menggunakan sepasang bambu / kayu panjang untuk berdiri lebih tinggi. Enggrang , nama ini berasal dari bahasa lampung yaitu terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang .  Enggrang berukuran normalnya sekitar 2 meter (panjang) , dari alas babu / kayu sekitar 40-50 cm nya di lubangi untuk bisa dimasukan bamboo sebagai injakannya.
Permainan ini cukup menarik, karena keseimbangan kita disini di uji. Perlu banyak keseimbangan untuk bisa memainkan alat ini.

Jaman dulu sering ada perlombaan balap enggrang pada saat perayaan hari kemerdekaan, tetapi mulai kesini permainan ini sudah sulit di temukan di berbagai daerah karena kurangnya minat orang yang ingin memainkannya. Makin sulit nya bambu dan kayu di temukan di wilayah perkotaan karena sudah banyak nya bangunan dan perumahan yang membuat bambu di tebang.
            Lain lagi di desa-desa , wilayah pedalaman atau mungkin di perkampungan yang masih banyak bambu yang bisa di gunakan sebagai bahan utama alat Enggrang dan tak jarang minat para pemainnya yang penasaran untuk memainkan permainan ini.
Panjang Enggrang itu sendiri bervariasi semau kehendak kita. Tetapi , untuk para pemula disarankan untuk tidak menggunakan enggrang yang terlalu tinggi. Cukup memakai enggrang dengan ukuran kecil bisa melatih keterampilan para pemula, itu di karenakan untuk berjaga-jaga supaya pemula tidak terlalu takut / terluka parah jika terjatuh dari enggrang.

Kebudayaan permainan gangsing


Apakah permaionan Gangsing itu ?


            Permainan gangsing, mungkin banyak yang tahu apa itu gangsing. Ya, gangsing adalah permainan yang sudah ada dari zaman dahulu kala. Sekarang permainan ini menjadi tradisi budaya bagi beberapa daerah, pemainnya pun masih banyak yang memainkannya. Mungkin pemainnya tidak sebanyak seperti jaman dahulu, tapi permainan ini masih menarik untuk kalangan anak-anak. Permainan yang sudah ada  sejak jaman dahulu masih bisa ditemui di beberapa tempat.

Gangsing itu sendiri terbuat dari bahan baku kayu, dan untuk memainkan nya hanya menggunakan tali panjang.

Alat – alat yg digunakan :
 1. gangsing
 2. tali

Cukup dengan 2 alat itu kita bisa memainkan gangsing dengan teman2 kita, gangsing itu pun banyak ragam dan variasinya. Dari gangsing berbentuk bulat , lonjong , oval. Semua itu tergantung bentuk yang kita ingin kan.

Cara memainkanya :
1.      Pilih Gangsing yang akan kita pergunakan
2.      Setelah itu ambil tali
3.      Lilitkan tali yang sudah di siapkan ke Gangsing
4.      Tali di lilitkan  dari ujung bawah gangsing sapai atas sampai menutupi keseluruhan gangsing.
5.       lemparkan gangsing yang sudah dililitkan tali ke tanah untuk melihat gangsing itu berputar.

Dengan begitu kita cukup melihat kekuatan putaran gangsing yang kita putar. Di permainan ini siapa yang paling lama putaran gangsing, maka dia lah pemenangnya. Permainan ini bisa di mainkan oleh banyak kalangan, dari anak – anak , remaja , maupun orang tua.

Lain lagi di wilayah bagian timur Bali (  Kabupaten Singaraja ) ,permainan gangsing sudah menjadi seni olahraga turun temurun. Disana masih  banyak bisa kita jumpai permainan gangsing itu , bahkan disana ada suatu perlombaan yang sengaja di selenggarakan untuk permainan gangsing itu. Dari perlombaan itu walau kalah kita cukup senang / bahagia karena permainan itu cukup menghibur.

Senin, 28 Februari 2011

Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung Jawab


1. A. Pengertian Tanggung Jawab

Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

1. B. Macam-macam Tanggung Jawab
1. a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengambangkan kepribadian sebagai manusia prbadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri menunrut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi manusisa mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan angan sendiri sebagai perwujudan dari pendapat perasaan dan angan angan masnusia berbuat dan bertindak.


1. b. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkun nama baik keluarga tapi ketangung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan


1. c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanoa bantuan omanusia lain, sesua dengan kedudukannya sebagai mahluk social. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga mdengan demikian manusia disisni merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat lkau dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.

1. d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negeri

Bahwa setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara dalam berpikir, berbuat, bertindak, ertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

1. e. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lpas daei hukuman hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab suco melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika perungatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraikan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti menginggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya manusia harus berkorban.

1. C. Pengabdian dan Pengorbanan
1. a. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagi perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.Pengabdia it pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan hal itu berarti dia mengabdi kepad keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari hari itu bukan pengabdian tapi hanya bantuan saja.

1. b. Pengorbanan

Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menytakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasahn yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadara moral yang tulus ikhlash semata mata.

pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kothbah agama dari kisag para tokoh agama atu nabi manusia memperoleh tauladan. Bagaimana semestinya wajib berkorban.

Referensi :
MKDU Ilmu Budaya Dasar- Widyo Nugroho, Achmada Muchji

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan
>> 3.05.2010

1. HAKIKAT MANUSIA
Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, di antaranya adalah pemikiran dari aliran materialisme, idealisme, realisme klasik, dan teologis.

Aliran materialisme mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini.
Sedangkan aliran idealisme beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Aliran realisme klasik beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian, dan aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan Tuhan.
Di samping itu, beberapa ahli telah berusaha merekonstruksikan kedudukan manusia di antara makhluk lainnya. Juga berusaha membandingkan manusia dengan makhluk lainnya. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan bahwa semua makhluk mempunyai dorongan yang bersifat naluriah yang termuat dalam gen mereka. Sementara yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuan manusia dalam hal pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan manusia jauh lebih berkembang daripada pengetahuan makhluk lainnya, sementara melalui perasaan manusia mengembangkan eksistensi kemanusiaannya.


2. Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
A. Unsur-unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
1. alat-alat teknologi
2. sistem ekonomi
3. keluarga
4. kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
1. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
2. organisasi ekonomi
3. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
4. organisasi kekuatan (politik)
5.

Wujud dan komponen

1. Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

a. Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

b. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

c. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

2. Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

a. Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

b. Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


3. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.
Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.
Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.
Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.


4. Manusia Indonesia dan Kebudayaan
Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi. Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.
Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.
Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.

http://skyrider27.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-kebudayaan.html